Ancaman Kemarau Nyata: Petugas dan Warga Berjibaku Padamkan Api di Lahan Kering Watupayung
- account_circle Fahroji
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026 |
- 10:44 WIB
- print Cetak

Lingkar Pantura – Musim kemarau bukan sekadar soal krisis air, melainkan juga ancaman kobaran api yang bisa datang kapan saja. Hal ini kembali terbukti saat api melahap lahan ladang kosong di Desa Watupayung, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, pada Jumat (28/8/2026) sore.
Vegetasi yang kehilangan kadar air layaknya bahan bakar alami yang siap tersulut kapan saja. Siang itu, angin dan cuaca panas mempercepat rambatan api di area seluas 4.000 meter persegi tersebut. Berbekal peralatan seadanya dan kerja sama yang solid, warga bersama petugas bahu-membahu menaklukkan kobaran api sebelum berhasil menyentuh batas permukiman maupun lahan pertanian produktif.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas terus menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, IPTU Suwarti menegaskan bahwa satu bara kecil di tengah hamparan rumput kering dapat berubah menjadi bencana besar dalam hitungan menit.
“Di musim kemarau seperti sekarang, kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau rumput sembarangan. Jika melihat asap, segera laporkan agar cepat ditangani,” tegasnya.
Meski tidak ada korban jiwa dan kerugian materiil, peristiwa di Watupayung menjadi alarm keras bagi warga Pekalongan. Pemilik lahan kosong disarankan untuk segera membersihkan area mereka dari material mudah terbakar. Sikap abai terhadap api kecil kini bukan lagi pilihan, melainkan celah bagi bencana yang lebih besar.*
- Penulis: Fahroji


