Jihad Pendidikan dari Banyumas: Ketika Akidah dan Inovasi Menjadi Senjata Utama
- account_circle Fahroji
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026 |
- 08:53 WIB
- print Cetak

Ketua PDM Banyumas, Drs. H.M.Djohar, M.Pd sampaikan materi Peningkatan Mutu menuju sekolah unggul. (Foto ; Khasbi)
Lingkar Pantura — Suasana Rapat Koordinasi Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas pada 28–29 Juli 2026 terasa berbeda dari biasanya.
Bertempat di Baturraden, forum yang diinisiasi oleh Majelis Dikdasmen & PNF PDM Banyumas ini tak sekadar menjadi ajang duduk dan mendengarkan paparan, melainkan panggung penguatan komitmen untuk memajukan pendidikan Islam secara radikal.
Sejak awal dibuka, nada tegas menyelimuti ruangan. Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Banyumas, H. Asep Saeful Anwar langsung menyoroti bahaya zona nyaman bagi pengelola sekolah. Ia menyerukan agar setiap madrasah dan sekolah Muhammadiyah segera meluncurkan program unggulan agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
Gelora tersebut disempurnakan oleh dua tokoh penting pendidikan Muhammadiyah. Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Hasan, M.S.I. dari PWM Jawa Tengah mengingatkan bahwa fondasi mutu diawali dari akidah yang terawat di setiap kelas dan hati para pendidik.
Menyamakan ritme tersebut, Ketua PDM Banyumas, H.M. Djohar menyebut tugas ini sebagai “jihad pendidikan” untuk melahirkan pelopor, bukan sekadar penonton perubahan.
Rakor tidak menyisakan ruang bagi janji hampa. Pertemuan diakhiri saat seluruh peserta berdiri seraya membawa pulang komitmen aksi nyata yang siap diterapkan di sekolah masing-masing, ditutup dengan doa bersama memohon keberkahan atas perjuangan pendidikan di Kabupaten Banyumas.*
- Penulis: Fahroji

