Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga, TP PKK Pemalang Gelar Pelatihan Ecoprint dan Tata Boga
- account_circle Fahroji
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lingkar Pantura – Pelatihan Ecoprint dan Pelatihan Tata Boga yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang resmi dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie di Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kreativitas kader PKK sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Pendopo Kabupaten Pemalang dan Gedung Sasana Bhakti Praja. Peserta berasal dari anggota Pokja II TP PKK Kecamatan, Desa Binaan PKK Tahun 2026 serta Desa Miskin Ekstrem di Kabupaten Pemalang.
Saat membuka acara, Maenofie menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya nyata membangun pembelajaran masyarakat sekaligus bentuk komitmen dalam mewujudkan masyarakat Pemalang yang sejahtera.
Ia menjelaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Setelah membaca, misalnya membaca resep atau cara membuat ecoprint, tahap berikutnya adalah mengaplikasikan apa yang telah dipelajari menjadi kegiatan nyata yang bermanfaat,” ujarnya.
Maenofie berharap, keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Menurutnya, hobi seperti memasak maupun membuat ecoprint dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Khusus pada pelatihan tata boga, ia juga menekankan pentingnya penyajian atau plating makanan. Menurutnya, tampilan sajian yang menarik akan memberikan kesan positif sekaligus menunjukkan penghargaan kepada orang yang menerimanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dinpusarda) Kabupaten Pemalang, Edy Susilo Temu Raharjo mengatakan perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang belajar sepanjang hayat yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan produktivitas.
- Penulis: Fahroji
