Ganissa dan UPGRIS Gelar Pelatihan Literasi AI di SMAN 1 Pemalang, Bekali Siswa Skill Era Digital
- account_circle Riqon Arifiyandi
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026 |
- 15:20 WIB
- print Cetak

Lingkar Pantura — Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Pemalang (Ganissa) kembali menunjukkan komitmen nyatanya bagi almamater dan masyarakat.
Berkolaborasi dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan SMA Negeri 1 Pemalang, Ganissa menggelar Pelatihan Literasi Artificial Intelligence (AI).
Pelatihan yang dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) itu diperuntukkan bagi perwakilan peserta didik kelas XI dan XII Program Sekolah Mantap.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia SMAN 1 Pemalang ini mengusung tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence secara Bijak, Etis, Aman, dan Produktif”.
Tak hanya mengenalkan konsep, pelatihan ini turut memberikan pengalaman praktis bagi para siswa dalam memanfaatkan berbagai perangkat (tools) AI untuk mendukung proses pembelajaran.
Hadir sebagai narasumber dari UPGRIS, Dr. Entika Fani Prastikawati, S.Pd., M.Pd. dan Andy Priyonolistiyanto, S.Kom., M.Kom.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar dan perkembangan AI, etika penggunaan teknologi bagi pelajar, praktik pemanfaatan AI untuk belajar, hingga sesi diskusi interaktif.
Ketua Ganissa, Yogi Hartono, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen alumni untuk memberikan wawasan yang relevan bagi generasi muda.
“Ganissa terus berusaha menebar kebaikan dan kebermanfaatan. Kami ingin kontribusi alumni tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar memberikan bekal keterampilan yang nyata bagi para siswa,” ujar Yogi.
Yogi menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi menuntut siswa untuk adaptif. Namun, kemampuan teknis harus dibarengi dengan pemahaman etis agar teknologi tidak disalahgunakan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan skill AI kepada siswa. Bukan sekadar bisa menggunakan, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara bijak, etis, aman, dan produktif. Siswa perlu dilatih berpikir kritis agar tahu batas antara menjadikan AI sebagai alat bantu dengan bergantung sepenuhnya pada AI,” imbuhnya.
Program Ke-13 dan Rencana Inisiatif Lanjutan
Pelatihan ini menjadi program ke-13 dalam rangkaian pengabdian Ganissa yang berfokus pada bidang pendidikan, literasi, sosial, dan pengembangan kapasitas pemuda.
Ke depan, kolaborasi ini tidak berhenti pada jenjang siswa. Ganissa dan UPGRIS merencanakan program lanjutan berupa pelatihan AI khusus bagi para guru guna memperkuat ekosistem digital di sekolah.
“Setelah siswa, berikutnya para guru juga perlu mendapatkan penguatan skill AI. Dengan begitu, seluruh ekosistem pendidikan kita siap menghadapi era kecerdasan buatan secara berkelanjutan,” tutup Yogi.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa peran alumni dapat terus bertransformasi mengikuti tuntutan zaman—tidak sekadar mengenang almamater, tetapi aktif membekali generasi penerus dengan keterampilan masa depan.***
- Penulis: Riqon Arifiyandi

