Maju Pilkades 2026, Kades Wiyorowetan Utoyo Utomo Usung Program Kesehatan dan Desa Mandiri
- account_circle Riqon Arifiyandi
- calendar_month 43 menit yang lalu |
- 00:06 WIB
- print Cetak

Lingkar Pantura — Kepala Desa Wiyorowetan, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Utoyo Utomo, memastikan diri kembali bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026. Langkah ini diambil untuk menuntaskan berbagai program pembangunan dan visi-misi desa yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya.
Utoyo menyampaikan bahwa dirinya telah menyelesaikan seluruh tahapan seleksi, termasuk tes kesehatan dan wawancara akhir. Saat ini, ia tengah menunggu pengumuman hasil resmi dari pihak rumah sakit.
“Saya ingin melanjutkan visi-misi periode lalu serta meneruskan pembangunan yang belum terkaver karena keterbatasan anggaran,” ujar Utoyo saat diwawancarai.
Ia menambahkan, meskipun porsi Dana Desa untuk infrastruktur fisik kini diperkirakan menyisakan sekitar 30 persen, pengerjaan fasilitas publik seperti gang pemukiman warga akan tetap diprioritaskan.
Prihatin KIS Nonaktif, Prioritaskan BPJS Kesehatan
Selain infrastruktur, Utoyo menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya sektor kesehatan. Ia prihatin melihat banyaknya warga kurang mampu yang status kepesertaan Kartu Indonesia Sehat (KIS)-nya kini sudah tidak aktif.
Sebagai solusi, Pemerintah Desa Wiyorowetan berencana mengalokasikan sebagian Pendapatan Asli Desa (PADes) dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membiayai kepesertaan BPJS Kesehatan warga.
“Jika kembali dipercaya dan dilantik, program 100 hari kerja pertama saya adalah mendaftarkan 100 warga kurang mampu yang belum memiliki BPJS Kesehatan,” tegas Utoyo.
Targetkan Status Desa Mandiri dan Ekonomi Produktif
Di bawah kepemimpinannya, Desa Wiyorowetan mengalami peningkatan status secara bertahap, mulai dari desa tertinggal, berkembang, hingga kini berstatus desa maju. Target besarnya ke depan adalah membawa Wiyorowetan menjadi Desa Mandiri, salah satunya dengan menaikkan tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan warga hingga 75–80 persen.
Guna memperkuat perekonomian lokal, Utoyo berkomitmen menyelaraskan kebijakan desa dengan pemerintah pusat, terutama dalam mengoptimalkan potensi sektor konveksi rumahan dan pertanian. Selain itu, pihak desa aktif memberikan edukasi usaha produktif, seperti peternakan bebek, budidaya tanaman sayur, hingga budidaya ikan skala kecil (budikdamber dan kolam terpal).
Apresiasi dan Dukungan dari Warga
Komitmen Utoyo mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Wayani (60), warga yang akrab disapa Untung, menilai kepemimpinan Utoyo sangat tenang, ramah, dan tidak membeda-bedakan masyarakat.
“Pak Utoyo itu tidak neko-neko, orangnya kalem, dan merangkul semua kalangan, baik tua maupun muda,” kata Untung.
Selain itu, Untung memuji pelayanan administrasi desa yang dinilainya sangat responsif dan fleksibel.
“Urusan administrasi gampang sekali. Bahkan kalau butuh tanda tangan dan Pak Kades sedang di kebun, tetap dilayani di sana tanpa harus menunggu di kantor,” ungkapnya.
Dukungan senada disampaikan oleh Carsipan (55). Ia menegaskan dukungannya karena melihat rekam jejak dan bukti nyata pembangunan yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Alasan saya mendukung Pak Utoyo adalah keberhasilannya membangun desa. Beliau telah membuka jalan baru yang sebelumnya tidak ada, dan itu sangat bermanfaat bagi warga,” jelas Carsipan.
Ia pun berharap Utoyo dapat kembali memimpin agar program-program pembangunan Desa Wiyorowetan dapat berlanjut secara berkelanjutan.***
- Penulis: Riqon Arifiyandi


