Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Driver Ojol Jadi UMKM: Makin Sejahtera atau Merana? Ini Temuan Diskusi Paramadina

Driver Ojol Jadi UMKM: Makin Sejahtera atau Merana? Ini Temuan Diskusi Paramadina

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026 |
  • 22:37 WIB
  • print Cetak

Lingkar Pantura – Rencana pemerintah menetapkan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu agenda kebijakan yang berpotensi membawa perubahan besar bagi jutaan pekerja platform digital di Indonesia. Di satu sisi, kebijakan tersebut dipandang mampu memberikan kepastian hukum, memperluas akses terhadap pembiayaan, pelatihan, legalitas usaha, serta berbagai program pemberdayaan UMKM. Namun di sisi lain, perubahan status tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap produktivitas, kesejahteraan driver, hubungan kemitraan dengan perusahaan aplikasi, perlindungan sosial, hingga keberlanjutan ekosistem ekonomi digital nasional.

Berangkat dari pentingnya memastikan bahwa kebijakan tersebut benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat, Universitas Paramadina bersama Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), dan Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menyelenggarakan Diskusi Publik bertajuk “Driver Ojol Menjadi UMKM: Makin Sejahtera atau Makin Merana” pada Jumat (31/7/2026). Diskusi dimoderatori oleh Fadhila Maulida, Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UMKM INDEF.

Dalam sambutannya, Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Muhamad Rosyid Jazuli, menegaskan bahwa perkembangan ekonomi digital telah membawa perubahan besar terhadap struktur pasar kerja Indonesia. Platform digital telah membuka kesempatan kerja bagi jutaan masyarakat, namun pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan baru terkait regulasi, hubungan kemitraan, perlindungan pekerja, hingga tata kelola ekonomi digital.

Menurut Rosyid, perubahan status driver menjadi UMKM tidak boleh dipahami semata sebagai perubahan administratif, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat dan menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih adil dan berkelanjutan. “Kebijakan publik harus disusun berdasarkan data, bukti, dan dialog yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Yang terpenting bukan sekadar mengubah status driver menjadi UMKM, tetapi memastikan bahwa perubahan tersebut benar-benar meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Rosyid.

Ia menambahkan bahwa diskusi publik ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Paramadina dan PPPI dalam menghadirkan rekomendasi kebijakan berbasis riset yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Sebagai keynote speaker, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, M. Riza Damanik, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang menyusun regulasi yang mengatur hubungan kemitraan antara perusahaan aplikasi dan driver ojol dalam kerangka pemberdayaan UMKM. Menurutnya, perkembangan ekonomi berbasis platform digital telah menciptakan model usaha baru yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam kerangka regulasi yang ada. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan kepastian hukum yang mampu menjawab dinamika baru tersebut.

Riza menjelaskan bahwa terdapat lima tujuan utama dari kebijakan tersebut. Pertama, memberikan kepastian status hukum bagi driver yang selama ini berada dalam posisi yang belum memiliki landasan regulasi yang jelas. Kedua, memperkuat hubungan kemitraan yang lebih setara antara perusahaan aplikasi dan para pengemudi sehingga hak serta kewajiban kedua belah pihak dapat diatur secara lebih transparan. Ketiga, memberikan perlindungan terhadap praktik-praktik yang berpotensi merugikan driver, termasuk penghentian kemitraan secara sepihak maupun ketidakjelasan berbagai komponen biaya yang dikenakan dalam hubungan kemitraan. Keempat, membuka akses yang lebih luas bagi driver terhadap berbagai program pemberdayaan UMKM yang selama ini belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh para pengemudi transportasi online. Kelima, menjaga keberlanjutan ekosistem transportasi online sehingga mampu terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan peluang usaha yang sehat bagi seluruh pelaku.

Pemerintah, lanjut Riza, juga tengah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung apabila kebijakan tersebut diterapkan. Fasilitas tersebut meliputi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan hukum, literasi kewirausahaan, literasi keuangan, penguatan kelembagaan ekonomi kolektif, hingga mekanisme penyelesaian sengketa melalui platform SAPA UMKM. “Kami ingin memastikan bahwa apabila driver masuk dalam ekosistem UMKM, mereka memperoleh manfaat nyata berupa akses terhadap pembiayaan, pelatihan, legalitas usaha, dan perlindungan yang lebih baik,” jelasnya.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Kadarkum Meriahkan Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI

    Lomba Kadarkum Meriahkan Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Lingkar Pantura – Pemerintah Kabupaten Pemalang resmi membuka Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Tingkat Kabupaten Pemalang Tahun 2026 di Pendopo Pemalang, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo, berharap pelaksanaan lomba berlangsung lancar dengan menjunjung tinggi objektivitas dan sportivitas. […]

  • Resmikan Paguyuban Konveksi ‘Pakopen’, Wabup Nurkholes Tegaskan Pemkab Pemalang Dukung Penuh UMKM

    Resmikan Paguyuban Konveksi ‘Pakopen’, Wabup Nurkholes Tegaskan Pemkab Pemalang Dukung Penuh UMKM

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Riqon Arifiyandi
    • 0Komentar

    Lingkar Pantura – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menegaskan komitmennya untuk terus memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, saat meresmikan Paguyuban Konveksi “Pakopen” Kabupaten Pemalang pada Minggu (26/7/2026). Acara peresmian yang berlangsung di salah satu rumah makan di Kecamatan Comal tersebut dihadiri oleh Ketua Paguyuban, […]

  • Sukses Genjot Pajak via Samsat Budiman, BUMDes Parikesit Pemalang Kembali Sabet Penghargaan

    Sukses Genjot Pajak via Samsat Budiman, BUMDes Parikesit Pemalang Kembali Sabet Penghargaan

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Riqon Arifiyandi
    • 0Komentar

    Lingkar Pantura – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Parikesit, Desa Pagergunung, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, kembali mengukir prestasi. BUMDes ini dinobatkan sebagai mitra pemungutan pajak daerah terbaik di Kabupaten Pemalang sepanjang tahun 2026 dalam ajang Bulan Apresiasi Pajak Daerah 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, kepada Direktur BUMDes Parikesit, Eko Budiyanto, […]

  • Pilkades Pemalang 2026: Relawan Wadon Bae Siap Wujudkan Purwati Dua Periode Pimpin Desa Pamutih

    Pilkades Pemalang 2026: Relawan Wadon Bae Siap Wujudkan Purwati Dua Periode Pimpin Desa Pamutih

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Riqon Arifiyandi
    • 0Komentar

    Lingkar Pantura – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah pada 9 November mendatang semakin bergeliat. Dukungan masyarakat semakin nyata untuk masing-masing calon kepala desa. Seperti halnya yang terjadi di Desa Pamutih, Kecamatan Ulujami. Di Desa Pamutih, dukungan untuk incumbent tidak bisa dibendung. Ratusan warga Dusun Sekiyong menyatakan komitmennya untuk memenangkan Purwati […]

  • Reformasi Pendidikan Tinggi yang Bermutu dan Terintegrasi Menuju Indonesia Emas 2045

    Reformasi Pendidikan Tinggi yang Bermutu dan Terintegrasi Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Lingkar Pantura – Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza mengatakan, reformasi pendidikan tinggi yang bermutu, berkeadilan, dan terintegrasi dinilai menjadi prasyarat utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Upaya tersebut, kata Handi, tidak hanya memerlukan peningkatan kualitas akademik, tetapi juga reformasi tata kelola, pembiayaan, dan ekosistem inovasi yang mampu memperkuat peran seluruh perguruan tinggi, baik […]

  • Prabowo Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa di NTT

    Prabowo Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa di NTT

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Lingkar Pantura – Presiden Prabowo Subianto mengirimkan 50.000 paket sembako bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8). Bantuan Presiden (Banpres) tersebut menjadi bentuk respons cepat pemerintah dalam menangani dampak bencana dan membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah diberangkatkan menuju Maumere. […]

expand_less