Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Driver Ojol Jadi UMKM: Makin Sejahtera atau Merana? Ini Temuan Diskusi Paramadina

Driver Ojol Jadi UMKM: Makin Sejahtera atau Merana? Ini Temuan Diskusi Paramadina

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026 |
  • 22:37 WIB
  • print Cetak

Namun demikian, Riza juga menegaskan bahwa regulasi tersebut masih berada dalam proses pembahasan lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah masih terus melakukan konsultasi dengan berbagai komunitas driver, perusahaan aplikasi, serta para pemangku kepentingan lainnya agar regulasi yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan seluruh pihak. Bagi pemerintah, keberhasilan kebijakan tidak hanya diukur dari jumlah driver yang nantinya memiliki Nomor Induk Berusaha atau terdaftar sebagai UMKM, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan pengemudi sekaligus menjaga keberlanjutan industri transportasi berbasis aplikasi di Indonesia.

Direktur Program Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Annisa R. Leofianti, M, mengajak peserta melihat perubahan status driver ojol bukan hanya sebagai isu hukum atau ekonomi, melainkan juga sebagai persoalan psikologis yang menyangkut identitas, rasa aman, kesejahteraan, dan kualitas hidup para pengemudi. Menurut Annisa, pekerjaan sebagai driver ojol telah berkembang menjadi sumber penghidupan utama bagi jutaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, setiap perubahan kebijakan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap individu yang menjalani pekerjaan tersebut setiap hari.

Annisa memaparkan hasil survei terhadap 1.000 driver ojol dari berbagai wilayah di Indonesia. Survei tersebut menunjukkan bahwa karakteristik pengemudi sangat beragam, baik dari sisi usia, tingkat pendidikan, maupun latar belakang pekerjaan. Tidak sedikit driver yang sebelumnya bekerja di sektor formal, kemudian beralih menjadi pengemudi akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), pensiun dini, atau terbatasnya kesempatan kerja.

Temuan lain menunjukkan bahwa 72 persen responden menjadikan pekerjaan sebagai driver ojol sebagai sumber penghasilan utama, sedangkan 87 persen telah bekerja lebih dari satu tahun. Data tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan sebagai pengemudi platform digital telah menjadi bagian penting dari struktur pasar kerja Indonesia dan tidak lagi dapat dipandang sebagai pekerjaan sementara. Berdasarkan temuan tersebut, Annisa mengingatkan bahwa perubahan status menjadi UMKM harus benar-benar menghasilkan peningkatan kesejahteraan, bukan sekadar memindahkan tanggung jawab dari perusahaan aplikasi kepada individu.

Annisa memperkenalkan konsep pseudo-autonomy, yaitu kondisi ketika seorang pekerja secara administratif dianggap sebagai pelaku usaha yang mandiri, tetapi dalam praktiknya tidak memiliki keleluasaan dalam menentukan tarif, memperoleh order, maupun mengendalikan mekanisme kerja yang sebagian besar ditentukan oleh sistem aplikasi. “Kemandirian bukan hanya soal status hukum. Kemandirian berarti memiliki ruang untuk mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang dijalankan. Jika tanggung jawab semakin besar tetapi ruang kendali tetap terbatas, maka yang terjadi bukanlah pemberdayaan, melainkan pergeseran risiko kepada individu,” jelas Annisa.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan kebijakan harus diukur melalui indikator kesejahteraan yang lebih luas, seperti stabilitas pendapatan, rasa aman dalam bekerja, tingkat stres finansial, risiko kelelahan (burnout), dan kualitas hidup pengemudi beserta keluarganya. Annisa juga menilai bahwa Indonesia dapat belajar dari pengalaman sejumlah negara, salah satunya Brasil, yang menerapkan mekanisme opt-in bagi pekerja platform. Dalam skema tersebut, pekerja diberikan kesempatan memilih secara sukarela apakah akan bergabung sebagai pelaku usaha mikro, tanpa kehilangan hak atas skema yang telah dimiliki sebelumnya.

Dipo Satria Ramli, Ekonom CORE Indonesia, menilai bahwa keberadaan transportasi online telah menjadi salah satu penyangga penting pasar tenaga kerja Indonesia, terutama di tengah terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal. Diperkirakan terdapat sekitar tiga juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan penghidupannya sebagai pengemudi transportasi online. Oleh karena itu, perubahan kebijakan terhadap sektor ini akan berdampak luas, tidak hanya bagi driver, tetapi juga terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Dipo menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua kebijakan besar yang sedang menjadi perhatian para pengemudi, yaitu rencana perubahan status menjadi UMKM dan implementasi kebijakan batas maksimal komisi aplikasi sebesar delapan persen. Menurutnya, kebijakan komisi merupakan hasil perjuangan panjang komunitas driver. Namun, penurunan komisi belum otomatis meningkatkan kesejahteraan apabila jumlah order menurun atau biaya operasional terus meningkat.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mempersiapkan Transformasi Dunia Pendidikan Nasional di Era Kecerdasan Buatan

    Mempersiapkan Transformasi Dunia Pendidikan Nasional di Era Kecerdasan Buatan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Meninjau dari perspektif ekonomi makro, Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Dr. Handi Rizsa, M.Ec., memaparkan ancaman nyata dari hilangnya beberapa sektor pekerjaan konvensional akibat otomatisasi AI. Ia mendesak adanya rekonstruksi kurikulum pendidikan tinggi nasional secara masif. “Pergeseran ekonomi dunia berbasis AI menuntut transformasi total pada kurikulum perguruan tinggi. Jika kita tidak […]

  • Tuntas 100 Persen, Satgas TMMD Kodim 1807/Sorong Selatan Rampungkan Rehabilitasi 5 Unit MCK di Kampung Sesor

    Tuntas 100 Persen, Satgas TMMD Kodim 1807/Sorong Selatan Rampungkan Rehabilitasi 5 Unit MCK di Kampung Sesor

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Lingkar Pantura – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim 1807/Sorong Selatan berhasil menyelesaikan rehabilitasi lima unit fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan. Pada hari ke-10 pelaksanaan (H+9), Jumat (24/7/2026), progres pekerjaan fisik tersebut telah mencapai angka 100 persen dan kini sudah siap digunakan sepenuhnya […]

  • Gagas Acara Unik Berbalut Hari Batik, Balon Kades Muncang Pemalang Daryoto Jadi Harapan Baru Mayoritas Warga

    Gagas Acara Unik Berbalut Hari Batik, Balon Kades Muncang Pemalang Daryoto Jadi Harapan Baru Mayoritas Warga

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Riqon Arifiyandi
    • 0Komentar

    Lingkar Pantura – Memanfaatkan momentum Hari Batik Nasional, tim relawan bakal calon Kepala Desa Muncang, Daryoto, menggelar kegiatan jalan sehat bersama ratusan warga setempat di Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Selain menjaga kebugaran, acara yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026) siang tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus sarasehan konsolidasi jelang perhelatan Pilkades Muncang pada 9 November mendatang. Pantauan […]

  • Dandim Pemalang Bersama Forkopimda dan Ribuan Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Spanyol Keluar Sebagai Juara

    Dandim Pemalang Bersama Forkopimda dan Ribuan Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Spanyol Keluar Sebagai Juara

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Lingkar Pantura – Suasana Alun-alun Kabupaten Pemalang dipenuhi antusiasme masyarakat yang memadati lokasi untuk menyaksikan laga puncak Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina melawan Spanyol, Senin (20/7/2026) dini hari. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Wakil Bupati H. Nurkholes, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Edy Wibowo, Dansatradar 403/Tegal Letkol Lek Indra Febrian […]

  • Memasuki Usia ke-46 Tahun, SMPN 1 Ulujami Perkuat Kebersamaan dan Inovasi Pendidikan Menuju Sekolah Impian

    Memasuki Usia ke-46 Tahun, SMPN 1 Ulujami Perkuat Kebersamaan dan Inovasi Pendidikan Menuju Sekolah Impian

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Riqon Arifiyandi
    • 0Komentar

    Lingkar Pantura — Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti perayaan Ulang Tahun ke-46 SMP Negeri 1 Ulujami (Spensami), Kabupaten Pemalang, Kamis (30/7/2026). Selain dimeriahkan dengan unjuk kreativitas seni para siswa, perayaan Dies Natalis ini juga diisi dengan aksi sosial berupa santunan anak yatim piatu. Memasuki usia yang hampir menyentuh setengah abad, Spensami meneguhkan komitmennya untuk […]

  • Festival Gebyar Lampu Merah Putih Meriahkan HUT ke-81 RI di Desa Kandang

    Festival Gebyar Lampu Merah Putih Meriahkan HUT ke-81 RI di Desa Kandang

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Ia berharap kreativitas masyarakat Desa Kandang dapat terus dikembangkan, sehingga pada tahun-tahun berikutnya festival semakin meriah. Bahkan, Nurkholes mendorong agar kreasi lampu hias dapat diperluas hingga ke berbagai gang di Desa Kandang. “Ini kebanggaan Desa Kandang dan kebanggaan Pemalang juga. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dicontoh oleh desa-desa lain, entah dalam bentuk apa, karena […]

expand_less